Selasa, 13 November 2012

Aku, Mimpiku, dan Residen Bedah itu

hari ini jadwalnya aku masuk co-ass di stase ketiga , stase bedah tentunya. gak kerasa udah dua bulan co-ass dirumah sakit. ya alhamdulillah stase sebelumnya semuanya lancar-lancar aja... jam 9 pagi ini kami di briefing oleh dokter Spesialis bedah konsultan langsung di ruang SMF . sebenarnya di stase ini ada senangnya ada takutnya sih, senangnya karna pastinya banyak dapat ilmu dari setiap operasi-operasi pasien, dan takutnya adalah aku itu tremor-ers, huhuu .. gimana ntar pas saat bedah tangan aku goyang-goyang, brabe tuh urusannya ..

hari ini ada 5 jadwal operasi, siang 3 dan 2 lagi malam. kami semua co-ass bedah ada 20 orang, semua dibagi-bagi untuk setiap kamar operasi, dan residen nya ada sekitar 10 orang. aku ga berapa tau berapa jumlah dan siapa-siapa aja residen di bedah. maklum lah, kan kami hari ini hari pertama masuk stase bedah . oya , residen itu adalah dokter yang mau ngambil spesialis , jadi kalo residen bedah , dokter yang mau ngambil spesialis bedah, dan status mereka disitu juga sebagai murid. kalo dirumah sakit , biasanya co-ass sama residen itu senasib , senasib dimarah-marahi sama dokter spesialisnya , hwehee

sekarang jam 8, saatnya jadwal operasi diruang 3. aku kebagian di ruang 3 bersama empat temanku lainnya. disini juga ada dua residen bedah. kami akan mengoperasi seorang neonatus (read:bayi baru lahir) dengan kasus tetralogi of fallot pada jantungnya. hari pertama aku di sini dan langsung ikut andil dalam operasi yang bisa dikatakan cukup susah, yang biasanya hanya baca dibuku aja, tapi hari ini langsung ngeliat asli kasus nya. what a wow !!! aku dan semuanya udah siap-siap dengan peralatan kami, baju biru bedah, kacamata pelindung, sarung tangan, sarung mulut, okelahh...

PERALATAN .. (teriak salah satu dokter spesialis bedah), CLEAR (jawab salah seorang perawat), ANASTESI .. CLEAR, CO-ASS .. CLEAR, RESIDEN .. CLEAR. operasi pun dimulai, dokter anastesi pun memulai aksinya untuk menyuntikkan bius. dokter bedah membuka satu persatu lapisan kulit per kulit dengan scalpel(read: pisau bedah). aku dengan sangat khusyuk melihat para dokter melakukan keterampilan mereka, benar-benar kerennn... 3 jam kemudian, 5 jam kemudian, dan operasipun akan selesai, saat menutup lapisan dermis kulit, aku ditawarkan dokter untuk menjahit lapisan dermis kulit potongan scalpel tadi. okelah, mau gak mau harus mau. aku memulai menjahit dengan surgeon not 2-1-1 yang telah diajarkan waktu kuliah lalu. saat jahitan kelima tiba-tiba halusinansi tremorku muncul. oh no... perlahan-lahan aku mulai merasakan tanganku tremor yang makin lama makin terasa. semua mata dokter dan residen yang ada disitu semakin tajam melihat tanganku. dan saat jahitan keenam, cantolan jarum jahit tadi mengenai sarung tangan dan kulit tangan ku, karna tanganku tremor, jarum tadi bergeser kuat dan.... tidakkkkk!!! tangan ku robek sekitar 10 cm. perdarahan semakin banyak, semuanya pun disitu jadi kacau balau. dan... tiba-tiba salah satu residen bedah menggendongku keluar dengan cepat sambil menahan perdarahan tanganku dengan kasa. saat itu juga aku serasa jadi Bella di film Twilight, Edward dengan sigap dan gentle nya menyelamatkanku.. so sweettttt.......... eh tapi kan yang robek tanganku, kenapa digendong ya, tapi.. tapi.. sedikit lebay sih, tapi yaudah lah ..

residen bedah itu membawaku ke salah satu ruang kosong. ya.. dia masih menahan perdarahan tanganku dengan kasa dan menggantikannya dengan kasa yang lain. tanpa bertanya-tanya padaku, dia langsung menjahit luka tanganku yang robek tadi dengan peralatan bedah minor. ruangan kami senyap, hanya kedengaran suara nafas sesekali. yapp ... hanya 5 menit semuanya beres. dan residen tadi langsung pergi untuk ninggalin ruangan kami. "dokter ....", panggilku, langkah residen bedah itu pun berhenti dan melihat kearah tempat aku duduk. "makasi dokter" kataku sambil tersenyum, dokter itu pun membalas senyumanku .. tatapanku masih mengarah ke langkah kaki residen itu, senyumanku masih juga bertahan.. ga kerasa udah jam 2 pagi, dan aku sangat menyesali peristiwa tadi sebenarnya, aku janji ga bakal tremor lagi, ga boleh terus-terusan kayak gini..

besoknya, seperti biasa aku dan teman-temanku datang pukul 8 pagi, saat briefing di SMF aku ditegur habis-habisan, ya itu memang salahku, seharusnya sebagai praktisi kesehatan hal-hal yang kayak gitu memang sangat memalukan. aku pun langsung minta maaf sama semuanya, termasuk teman-temanku. hari ini hanya ada 3 jadwal operasi, dan alhamdulillah lancar semuanya, aku juga ga tremor lagi, hwehee. akhirnyaaa........ dan ups, tiba-tiba keinget residen bedah itu, kemana ya dia ?? seharian ini aku ga liat wajah kalem itu. kemaren juga ga sempat kenalan. huft...,

sore ini kami semua udah bisa pulang, aku mau makan nasi bakar yang ada disebelah rumah sakit. ya ga berapa jauh sihh, lagian hari ini ga bawa motor, jadi memang harus jalan. di pertengahan jalan tiba-tiba aja ujan deras, posisi saat itu bener-bener lagi di tengah jalan, pertengahan rumah sakit sama toko nasi bakar, posisiku juga langsung berhadapan dibawah langit, memang kayaknya ga bisa nyelamatin diri lagi, tetes demi tetes hujan jatuh ke bajuku. aku terus berlari secepat mungkin, 5 menit lagi nyampek koq, lari .. lari .....udah sikit basah kuyup, yauda deh jalan aja, capek terus-terusan lari. loh... koq ujan'a ga netes lagi yaa .. seseorang dengan payungnya berada disebelahku. oh nooo.... aku ga bisa buka mulut, residen bedah ituuu ... 2 hari pertama di stase bedah dengan 2 kali kejadian romantis dan dengan 1 orang yang sama.
"mau kemana??" tanya dokter itu dengan wajah kalem nya, rasanya waktu dengar suaranya itu kayak saraf perifer aku lagi dibius.
"mau ke toko nasi bakar di sebelah bang.. eh.. mas.. eh dok" jawabku
"kok masih tremor sih"
"bukan dok, bingung mau manggil apa"
" ywd bareng abang aja, abang juga lagi laper kok" sambutnya, masih dalam keadaan senyum
"iya dok, bolehh kok bang.. eh dokter" kami sama-sama tersenyum dan kemudian tertawa
kami jalan perlahan sambil cerita-cerita, sesekali aku tertawa cekikikan. ternyata dokter ini humoris juga ya, kekagumanku bertambah jadi 70 %. waktu kami mau nyampe di toko nasi bakar favoritku.... dann

kringgggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg ......
kringggggggggggggggggggggggggggggggg...........
kringggggggg .....
alarm hape ku berbunyi, mataku terbuka perlahan-lahan, kulihat jam di dinding kamar, udah jam 6. untung lagi ga solat. aku melihat seisi kamar, mana residen bedah itu, kenapa ujannya berenti, mana toko nasi bakarnya ??. aku kembali tidur agar mimpiku tersambung lagi, dan...gagal. baru sadar kalo ternyata ini semua MIMPI.. -___-
aku terduduk di tempat tidur sekitar 1 menit untuk ngumpulin nyawa sambil berusaha ada di kehidupan nyata. tapi , ada sesuatu yang mengganjal, tapi apa ya. oh noo.... baru sadar kalo pagi ini aku ujian OSCE di Rumah Sakit Jiwa. aku buru-buru mandi dan nyiapin sarapan.

waktu selesai ujian di RSJ, aku berusaha ingat mimpiku tadi sambil ketawa-ketawa sendiri. oiya, disini gaboleh ketawa-ketawa sendiri, ntar bisa2 aku juga dirawat dirumah sakit ini -_-. tapi, aku kok ga kenal dokter residen bedah itu ya, penasaran sih sebenarnya, tapi ya itu kan cuma mimpi.hwehee




Tidak ada komentar:

Posting Komentar